Pada hari Kamis, 7 Mei 2026, telah dilaksanakan Kegiatan Simulasi Laboratorium Demokrasi yang diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) STKIP Persada Khatulistiwa Sintang sebagai bagian dari proyek pembelajaran pada mata kuliah Ilmu Kewarganegaraan yang diampu oleh Ibu Fusnika, M.Pd. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai pelaksanaan demokrasi serta proses pemilihan umum yang jujur, adil, dan demokratis melalui simulasi pemilihan Bupati Kabupaten Sintang. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran yang menghubungkan teori dengan praktik secara nyata di lingkungan kampus, sehingga mahasiswa dapat memahami secara mendalam bagaimana proses demokrasi berlangsung dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Melalui simulasi ini, mahasiswa diajak untuk merasakan secara langsung tahapan-tahapan dalam proses pemilihan umum, mulai dari persiapan, kampanye, penyampaian visi dan misi, proses pencoblosan, hingga perhitungan suara secara terbuka dan transparan.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 114 peserta yang terdiri dari mahasiswa Program Studi PPKn kelas A21, A20, dan A19, mahasiswa Program Studi PGSD kelas F16, mahasiswa Program Studi Matematika kelas A8, serta beberapa dosen dari Program Studi PPKn dan PGSD yang turut berpartisipasi dalam proses pemungutan suara. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, penuh antusiasme, dan semangat kebersamaan, mulai dari penyampaian visi dan misi pasangan calon hingga pelaksanaan pemungutan suara. Para peserta terlihat aktif mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan penuh perhatian dan tanggung jawab. Kehadiran dosen dalam kegiatan ini juga memberikan dukungan moral sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas mahasiswa dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran berbasis praktik. Selain itu, suasana kegiatan yang kondusif dan interaktif menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan serta meningkatkan semangat partisipasi seluruh peserta dalam memahami pentingnya demokrasi.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan simulasi ini dirancang menyerupai proses pemilihan umum yang sesungguhnya. Mahasiswa yang berperan sebagai panitia penyelenggara menjalankan tugasnya sesuai dengan mekanisme pemilu, seperti melakukan pendataan pemilih, pembagian surat suara, pengaturan tempat pemungutan suara, hingga penghitungan suara. Sementara itu, mahasiswa yang menjadi pasangan calon diberikan kesempatan untuk menyampaikan visi dan misi mereka di hadapan peserta sebagai bentuk kampanye demokratis. Kegiatan ini memberikan gambaran nyata mengenai pentingnya transparansi, kejujuran, dan tanggung jawab dalam setiap proses demokrasi. Seluruh peserta juga diajak untuk menghargai perbedaan pilihan serta menjaga suasana yang aman dan damai selama kegiatan berlangsung.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami konsep demokrasi secara teori, tetapi juga memperoleh pengalaman praktik dalam menerapkan nilai-nilai demokrasi, pendidikan politik, kerja sama, tanggung jawab, serta partisipasi aktif sebagai warga negara. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk melatih kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kepemimpinan mahasiswa sebagai generasi muda penerus bangsa. Pengalaman yang diperoleh dari kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menghadapi kehidupan bermasyarakat di masa depan, khususnya dalam memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara yang demokratis. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menanamkan kesadaran kepada mahasiswa mengenai pentingnya menjaga persatuan, menghargai pendapat orang lain, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Simulasi Laboratorium Demokrasi ini diharapkan dapat menjadi program pembelajaran yang terus dikembangkan pada masa mendatang karena memberikan manfaat yang sangat positif bagi mahasiswa. Dengan adanya kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga pengalaman sosial yang mampu membentuk karakter, meningkatkan rasa percaya diri, serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembelajaran di perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada teori di dalam kelas, melainkan juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar melalui pengalaman langsung yang relevan dengan kehidupan nyata di tengah masyarakat.


